KUALA LUMPUR, acehnarasi.com – Sebanyak 49 mahasiswa Universitas Abulyatama (Unaya) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 memulai misi pengabdian internasional di dua negara. Mereka telah tiba dengan selamat di lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia dan Thailand.
Kehadiran mahasiswa Unaya di Malaysia dan Thailand juga menjadi momentum untuk semakin membumikan motto Unaya : “Rumoh Ilmu dan Budaya”, yang diperkenalkan oleh mahasiswa yang sebelumnya melaksanakan KKN Internasional di Thailand dan Malaysia. Motto tersebut diharapkan tidak hanya menjadi identitas institusi, tetapi juga semakin hidup dan tercermin dalam aktivitas sivitas akademika Unaya, khususnya melalui semangat mahasiswa dalam menuntut ilmu, mengabdi, berinteraksi dengan masyarakat, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia di tingkat internasional.
Program ini tidak sekadar menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalankan kewajiban akademik. Mereka membawa misi pendidikan sekaligus memperkenalkan semangat pengabdian mahasiswa Indonesia di tengah komunitas masyarakat yang berada di luar negeri.
Dari 49 mahasiswa tersebut, 30 orang ditempatkan di Sanggar Belajar binaan KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, sedangkan 19 mahasiswa lainnya menjalankan pengabdian di Islamic School yang berada di wilayah Hat Yai, Pattani, dan Yala, Thailand.

Selama berada di lokasi pengabdian, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pendidikan. Mereka diharapkan dapat mendampingi proses belajar mengajar, membantu pengelola lembaga pendidikan, serta mengembangkan kegiatan edukatif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dari Aceh untuk Pendidikan Anak Indonesia di Malaysia
Khusus di Malaysia, kehadiran mahasiswa Unaya melanjutkan pengalaman panjang perguruan tinggi tersebut dalam menjalankan KKN internasional.
Unaya sebelumnya telah mengirim mahasiswa ke sejumlah Sanggar Belajar dan lembaga pendidikan Indonesia di Malaysia. Pada 2023, misalnya, sebanyak 54 mahasiswa Unaya mengikuti KKN Internasional di Malaysia dengan fokus antara lain pada pendampingan pendidikan anak-anak Indonesia.
Program tersebut kemudian berlanjut pada 2024 dengan pengiriman 34 mahasiswa ke sejumlah sanggar bimbingan di Malaysia.
LLDIKTI Wilayah XIII Gelar FGD Reviu Proses Bisnis dan Standar Layanan di Kampus INAR SigliPada awal 2026, Unaya kembali mengirim 22 mahasiswa untuk melaksanakan KKN Internasional di delapan Sanggar Belajar di Malaysia. Program tersebut mencakup pendampingan pembelajaran, pengenalan budaya Indonesia, edukasi kesehatan, hingga kegiatan literasi dan pengembangan karakter.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa Unaya di Malaysia telah berkembang menjadi program yang berkelanjutan, khususnya dalam membantu pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia.
Thailand Jadi Ruang Baru Pengabdian
Berbeda dengan pengalaman sebelumnya yang banyak berpusat di Malaysia, KKN Internasional semester genap 2025/2026 memperluas ruang pengabdian mahasiswa Unaya ke Thailand.
Sebanyak 19 mahasiswa ditempatkan di Islamic School di kawasan Hat Yai, Pattani, dan Yala.
Penempatan tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat yang memiliki karakter sosial serta budaya yang berbeda.
Selain menjalankan program pendidikan, mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat, membangun komunikasi yang baik dengan mitra, dan menjaga etika selama menjalankan tugas pengabdian.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan kompetensi mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki wawasan global dan kemampuan bekerja dalam lingkungan lintas budaya.
Rektor Tekankan Nama Baik Indonesia
Rektor Universitas Abulyatama, Ir. R. Agung Efrio Hadi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dalam berbagai kesempatan pelepasan mahasiswa KKN Internasional sebelumnya menekankan pentingnya mahasiswa menjaga sikap selama berada di luar negeri.
Mahasiswa diminta tidak hanya fokus menyelesaikan program kerja, tetapi juga menjaga nama baik Universitas Abulyatama, Aceh, dan Indonesia.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena mahasiswa yang berada di luar negeri secara tidak langsung menjadi representasi Indonesia dalam interaksi mereka dengan masyarakat dan lembaga pendidikan setempat.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan, berhati-hati selama berada di negara tujuan, serta memperhatikan dokumen perjalanan dan ketentuan yang berlaku.

Bagi Unaya, KKN Internasional diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Bukan Sekadar KKN
KKN Internasional tahun ini memiliki makna yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga membawa nilai pendidikan, pengabdian, kebangsaan, dan persaudaraan.
Di Malaysia, mereka bersentuhan langsung dengan pendidikan anak-anak Indonesia melalui Sanggar Belajar binaan KBRI Kuala Lumpur. Di Thailand, mereka membangun pengalaman pengabdian melalui lingkungan Islamic School di Hat Yai, Pattani, dan Yala.
Kehadiran mereka diharapkan mampu membantu proses pembelajaran sekaligus menjadi mitra bagi para pengelola lembaga pendidikan.
Di sisi lain, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga tentang bagaimana pendidikan dan pengabdian dijalankan dalam lingkungan masyarakat yang berbeda secara geografis dan budaya.
Membawa Nama Unaya ke Pentas Internasional
Sebanyak 49 mahasiswa tersebut kini telah berada di negara tujuan dan siap menjalankan program pengabdian.
Mereka membawa satu pesan utama: pengabdian tidak mengenal batas negara.

Dari Aceh, mahasiswa Universitas Abulyatama hadir di Malaysia dan Thailand untuk berbagi pengetahuan, mendampingi pendidikan, belajar memahami keberagaman, serta membangun hubungan persaudaraan.
KKN Internasional ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Unaya untuk memperkuat jejaring kerja sama pendidikan di tingkat internasional dan memperluas pengalaman mahasiswa dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Dengan semangat tersebut, perjalanan 49 mahasiswa Unaya di Malaysia dan Thailand bukan hanya tentang menyelesaikan KKN, tetapi juga tentang membawa nama baik almamater dan Indonesia melalui kerja nyata di tengah masyarakat internasional. (fns)
Redaksi : acehnarasi.com






