DPD RI Aceh Ajak Gen-Z Bangun Kompetensi Sejak Kuliah

oleh -157 Dilihat

BANDA ACEH, acehnarasi.com — Kantor DPD RI Provinsi Aceh mengajak generasi muda membangun kompetensi sejak di bangku perguruan tinggi agar siap bersaing di dunia kerja. Ajakan itu mengemuka dalam diskusi publik bertema “Link and Match Menjawab Kekhawatiran Gen-Z Aceh Hadapi Krisis Lapangan Kerja” di Aula Kantor DPD RI Aceh, Rabu (23/9/2026).

Diskusi dibuka Kepala Kantor DPD RI Provinsi Aceh, Wahyu Taufik Sukmawijaya, S.H., M.Si., dan dipandu Irhamni Malika sebagai moderator. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen, S.E., M.Si., hadir sebagai narasumber bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Aceh.

Wahyu menilai persoalan ketenagakerjaan bukan semata soal terbatasnya lapangan kerja, melainkan juga ketatnya persaingan dan kebutuhan akan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai.

“Lapangan kerja sebenarnya ada, tetapi jumlahnya terbatas. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Wahyu.

DPD RI ACEH GEN-Z

Ia menjelaskan, diskusi tersebut menjadi ruang pertemuan perspektif mahasiswa dan pemerintah daerah, sekaligus wadah menghimpun persoalan generasi muda dalam memasuki dunia kerja. Aspirasi yang muncul akan dicatat dan diinventarisasi sebagai Aspirasi Masyarakat Daerah (Asmasda) untuk menjadi bahan masukan bagi anggota DPD RI asal Aceh.

Sementara itu, Akmil Husen menekankan pentingnya memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Menurut dia, ijazah dan IPK saja belum cukup.

Mahasiswa, kata Akmil, perlu membekali diri dengan keterampilan digital, kemampuan bahasa asing, keterampilan vokasi, pengalaman, serta portofolio yang dapat menunjukkan kompetensi mereka kepada calon pemberi kerja.

Peluang pengembangan kompetensi juga terbuka lewat berbagai pelatihan, mulai dari marketing, desain grafis, barista, teknisi, otomotif, hingga bahasa Jepang dan Korea. Generasi muda pun didorong tidak hanya membidik pasar kerja di Aceh, tetapi juga peluang di luar daerah maupun luar negeri dengan membekali diri kompetensi dan kemampuan bahasa yang sesuai.

Diskusi juga menyinggung peluang kerja berbasis teknologi. Lulusan IT, misalnya, tidak harus bergantung pada keberadaan perusahaan teknologi di Aceh. Perkembangan digital membuka jalan melalui pekerjaan remote, freelance, digital marketing, dan pekerjaan berbasis proyek.

Akmil turut menggarisbawahi pentingnya Knowledge, Attitude, dan Skill (KAS). Menurut dia, ketiga unsur itu harus berjalan bersama dalam membangun kesiapan kerja.

Dari forum tersebut mengemuka sejumlah aspirasi, antara lain peningkatan kualitas pelatihan berbasis kebutuhan industri, perluasan akses sertifikasi kompetensi dan K3, serta penguatan perlindungan dan pengawasan ketenagakerjaan.

Kantor DPD RI Aceh akan menghimpun aspirasi itu sebagai bagian dari Asmasda. Di sisi lain, generasi muda Aceh didorong mempersiapkan diri melalui pelatihan, sertifikasi, magang, penguasaan bahasa, dan pembangunan portofolio agar lebih siap memasuki pasar kerja. (zkr)

Redaksi : acehnarasi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.