Menutup Ziarah Bumi Para Rasul di Yordania, Rombongan Aceh Kunjungi Petra, Gua Ashabul Kahfi dan Dua Makam Nabi

oleh -64 Dilihat
Salah satu destinasi yang dikunjungi rombongan adalah Al-Khazneh atau dikenal dengan sebutan The Treasury, yang berada di kawasan kota kuno Petra, Wadi Musa, Provinsi Ma'an, Yordania bagian selatan.

YORDANIA, acehnarasi.com – Rangkaian perjalanan Rombongan Aceh dalam kegiatan Ziarah Bumi Para Rasul (Mesir–Aqsha–Jordan) memasuki bagian akhir dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah dan religi di Kerajaan Yordania. Empat lokasi yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut adalah Petra Treasury, Gua Ashabul Kahfi, kompleks makam Nabi Syuaib AS, serta makam Nabi Yusya bin Nun AS.
Menurut Waled Ibrahim dari PT Lintas Iskandaria, perjalanan yang berlangsung pada 22 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menyaksikan secara langsung peninggalan peradaban kuno, tetapi juga mengenal lebih dekat situs-situs bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Islam dan perjalanan dakwah para nabi.

Petra Treasury, Warisan Peradaban Nabatea
Salah satu destinasi yang dikunjungi rombongan adalah Al-Khazneh atau dikenal dengan sebutan The Treasury, yang berada di kawasan kota kuno Petra, Wadi Musa, Provinsi Ma’an, Yordania bagian selatan.
Petra merupakan kota bersejarah peninggalan bangsa Nabatea yang berkembang lebih dari 2.300 tahun lalu. Kawasan ini dikenal dengan bangunan monumental yang dipahat langsung pada tebing batu pasir berwarna merah muda. Petra juga ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi salah satu tujuan wisata utama Yordania.
Al-Khazneh menjadi salah satu ikon paling terkenal di kawasan tersebut. Bangunan dengan fasad megah dan ukiran arsitektur klasik ini memiliki ketinggian sekitar 39,5 meter. Nama Treasury atau perbendaharaan berasal dari legenda setempat yang mengaitkan bagian atas bangunan dengan tempat penyimpanan harta karun.
Namun, penjelasan arkeologis menyebutkan bahwa bangunan tersebut lebih mungkin berfungsi sebagai mausoleum atau makam monumental, bukan tempat penyimpanan harta sebagaimana cerita legenda. Kunjungan ke Petra menjadi pengalaman tersendiri bagi rombongan Aceh untuk melihat langsung warisan peradaban yang hingga kini tetap menjadi salah satu kebanggaan sejarah Yordania.

GUA ASHABUL KAHFI
Gua Ashabul Kahfi atau Cave of the Seven Sleepers, yang terletak di kawasan Ar-Rajib (Al-Raqim), bagian timur Amman, ibu kota Yordania.

Gua Ashabul Kahfi, Mengingat Keteguhan Iman
Perjalanan berikutnya dilanjutkan menuju Gua Ashabul Kahfi atau Cave of the Seven Sleepers, yang terletak di kawasan Ar-Rajib (Al-Raqim), bagian timur Amman, ibu kota Yordania. Situs ini berada di wilayah Abu Alanda, di pinggiran tenggara kota tersebut.
Tempat ini dikenal luas karena dikaitkan dengan kisah sekelompok pemuda beriman yang mengasingkan diri untuk mempertahankan keyakinan dari penguasa yang menindas. Kisah tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Kahfi. Dalam ayat 25 disebutkan bahwa para penghuni gua tinggal selama 300 tahun dan ditambah sembilan tahun.
Kompleks Gua Ashabul Kahfi menyimpan sejumlah peninggalan arkeologis, antara lain makam-makam kuno yang dipahat pada batu serta sisa bangunan gereja Bizantium yang kemudian dialihfungsikan menjadi masjid. Keberadaan peninggalan tersebut menjadikan kawasan ini memiliki nilai sejarah dan religi bagi masyarakat setempat maupun peziarah dari berbagai negara.

Meski demikian, penyebutan gua di Ar-Rajib sebagai lokasi Ashabul Kahfi merupakan identifikasi yang hidup dalam tradisi keagamaan setempat dan belum dapat dipastikan sebagai satu-satunya lokasi historis peristiwa tersebut. Bagi rombongan, kunjungan ini menjadi kesempatan mengenang pesan tentang keteguhan iman, kesabaran, dan keyakinan kepada kekuasaan Allah SWT.

MAKAM NABI SYUAIB
Makam Nabi Syuaib AS yang berada di kawasan Wadi Syuaib, sebelah barat Kota As-Salt, Provinsi Al-Balqa, Yordania.

Makam Nabi Syuaib AS di Wadi Syuaib
Destinasi berikutnya adalah kompleks Masjid dan Makam Nabi Syuaib AS yang berada di kawasan Wadi Syuaib, sebelah barat Kota As-Salt, Provinsi Al-Balqa, Yordania. Kawasan masjid tersebut terletak di jalur menuju Lembah Yordan bagian tengah dan menghadap hamparan lembah. Lokasinya berjarak sekitar 40 kilometer dari Amman.
Kompleks ini merupakan salah satu situs religi yang dikenal masyarakat Muslim dan menjadi tujuan kunjungan peziarah. Di dalam masjid terdapat ruang makam yang secara tradisi setempat diyakini sebagai makam Nabi Syuaib AS.
Nabi Syuaib AS merupakan salah seorang nabi yang kisah dakwahnya disebutkan dalam Al-Qur’an. Beliau diutus kepada kaum Madyan untuk mengajak mereka menyembah Allah SWT serta meninggalkan praktik kecurangan dalam perdagangan, terutama mengurangi takaran dan timbangan. Kisah dakwahnya antara lain termuat dalam Surah Hud dan Surah Al-A’raf.
Kunjungan ke kompleks Wadi Syuaib mengingatkan para peserta pada pesan dakwah Nabi Syuaib AS mengenai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan larangan melakukan kerusakan serta kezaliman dalam kehidupan bermasyarakat. Identifikasi makam di lokasi ini merupakan tradisi keagamaan yang dihormati, meskipun tidak dapat dipastikan secara arkeologis.

Makam Nabi Yusya bin Nun AS di Jabal Yusha
Rombongan juga mengunjungi makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan Nabi Yusya bin Nun AS. Lokasi ini berada di dalam sebuah masjid di atas bukit yang dikenal sebagai Jabal Yusha, di sebelah barat Kota As-Salt, Provinsi Al-Balqa. Situs tersebut berada di pinggiran As-Salt dan berjarak sekitar 25 kilometer dari Amman.
Dalam tradisi Islam, Nabi Yusya bin Nun AS dikenal sebagai murid dan penerus Nabi Musa AS dalam memimpin Bani Israil. Pemerintah pariwisata Yordania mencatat makam atau maqam Nabi Yusya berada di dalam masjid pada bukit yang menyandang namanya, di sebelah barat As-Salt.
Kompleks tersebut menjadi salah satu tujuan ziarah keagamaan di kawasan As-Salt. Dari area bukit, pengunjung juga dapat melihat bentang alam Lembah Yordan. Seperti sejumlah situs makam nabi lainnya di kawasan itu, penetapan lokasi tersebut sebagai makam Nabi Yusya merupakan tradisi yang dihormati, bukan kepastian yang telah dibuktikan melalui kajian arkeologi.

Kunjungan ini mengingatkan kembali tentang kesinambungan perjuangan para nabi dalam membimbing umat manusia. Sosok Nabi Yusya bin Nun juga dikenang dalam tradisi Islam sebagai pemimpin Bani Israil setelah Nabi Musa AS.

Menutup Perjalanan dengan Pelajaran Sejarah dan Keimanan
Kunjungan ke Petra, Gua Ashabul Kahfi, kompleks Makam Nabi Syuaib AS, dan Makam Nabi Yusya bin Nun AS melengkapi rangkaian perjalanan Rombongan Aceh dalam program Ziarah Bumi Para Rasul yang mencakup Mesir, kawasan Al-Aqsha, dan Yordania.
Keempat lokasi tersebut menghadirkan pengalaman berbeda. Petra memperlihatkan keagungan peradaban Nabatea, Gua Ashabul Kahfi mengingatkan tentang keteguhan iman, sedangkan dua kompleks makam yang dikaitkan dengan Nabi Syuaib dan Nabi Yusya mengajak peziarah mengenang perjuangan dakwah dan kepemimpinan para nabi.
Perjalanan ini tidak sekadar menjadi kunjungan wisata lintas negara, tetapi juga kesempatan memperluas wawasan sejarah, memperkuat pemahaman keagamaan, serta mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban manusia.
Dengan berakhirnya rangkaian kunjungan di Yordania, perjalanan Ziarah Bumi Para Rasul Rombongan Aceh menjadi pengalaman spiritual dan historis yang diharapkan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. (fns)

Redaksi : acehnarasi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.