,

Kepala KUA Atu Lintang Aceh Tengah Jadi Pembina Upacara di Madrasah Miftahul Falah, Tekankan Disiplin dan Akhlak Pelajar  

oleh -73 Dilihat
Kepala KUA Atu Lintang Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd., menjadi Pembina Upacara Bendera Hari Senin di Madrasah Miftahul Falah Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (31/8/2026).

TAKENGON, acehnarasi.com – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Atu Lintang, Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd., menjadi Pembina Upacara Bendera Hari Senin di Madrasah Miftahul Falah Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (31/8/2026).

Upacara yang diikuti oleh seluruh peserta didik dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) tersebut berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat.

Dalam amanatnya, Mahbub Fauzie menyampaikan pentingnya memahami makna pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin, khususnya bagi pelajar dan seluruh warga sekolah atau madrasah.

Menurutnya, upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin dan seremonial untuk mengawali aktivitas pembelajaran setiap pekan. Lebih dari itu, upacara merupakan sarana untuk menumbuhkan cinta tanah air, melatih kedisiplinan, membangun kebersamaan, serta menanamkan rasa tanggung jawab.

“Upacara bendera adalah bagian dari pendidikan karakter. Di sana kita belajar disiplin, belajar menghargai waktu, belajar kebersamaan, dan belajar bertanggung jawab. Semua itu sangat penting, baik sebagai murid maupun sebagai bagian dari warga madrasah,” ujarnya.

Selain menekankan nilai disiplin dan kebangsaan, Kepala KUA Atu Lintang juga menyampaikan pentingnya memperbaiki akhlak dan adab, terutama bagi para pelajar sebagai generasi Muslim dan calon pemimpin masa depan.

Ia mengingatkan bahwa kecerdasan dan prestasi harus berjalan seiring dengan akhlak yang baik. Menurutnya, seorang pelajar tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki adab, karakter, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Mahbub Fauzie kemudian menjelaskan beberapa aspek penting dalam membangun akhlak pelajar.

Pertama, akhlak terhadap diri sendiri, yaitu menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, menutup aurat, mengatur waktu dengan baik, belajar secara teratur, serta memberikan waktu yang cukup untuk beristirahat.

Kedua, akhlak kepada Allah SWT, dengan menjaga keimanan, melaksanakan ibadah, rajin berdoa, serta menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam kehidupan.

Ketiga, akhlak kepada orang tua dan guru, dengan menghormati, menghargai, mematuhi nasihat yang baik, serta menjaga sopan santun dalam berbicara dan bersikap.

“Orang tua adalah orang yang telah berjuang dan berkorban untuk masa depan kita. Guru adalah orang yang membimbing dan memberikan ilmu. Karena itu, hormatilah orang tua dan guru, sebab keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab,” pesannya.

Selanjutnya, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak terhadap teman dan sesama, terutama dalam membangun pergaulan yang sehat, saling menghormati, tidak melakukan perundungan, tidak merendahkan orang lain, serta mampu menjaga persaudaraan.

Tak kalah penting, para pelajar juga diajak untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan madrasah, serta membiasakan hidup bersih dan bertanggung jawab.

“Akhlak itu bukan hanya kepada manusia. Akhlak juga terlihat dari bagaimana kita memperlakukan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan. Jagalah kebersihan, karena lingkungan yang bersih mencerminkan masyarakat yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab,” tegasnya.

Di akhir amanatnya, Mahbub Fauzie mengajak seluruh peserta didik untuk mempersiapkan diri menjadi generasi gemilang dan pemimpin masa depan.

“Jadilah generasi yang cerdas, berprestasi, berakhlak, dan memiliki adab. Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian,” pungkasnya.

Kegiatan menjadi Pembina Upacara di Madrasah Miftahul Falah tersebut merupakan bagian dari program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) KUA Kecamatan Atu Lintang, sekaligus sebagai upaya pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Atu Lintang terus berupaya hadir di tengah lingkungan pendidikan untuk memberikan pembinaan, pendampingan, serta penguatan karakter kepada para pelajar agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. (fns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.