SEMARANG, acehnarasi.com — Kafilah Aceh finis di peringkat keempat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah langsung mengganjar para kafilah dengan bonus Rp200 juta.
Dengan raihan 99 poin, Aceh berbagi posisi keempat dengan Jawa Timur. Hasil tersebut menjadi yang terbaik bagi Aceh sejak 23 tahun lalu, tepatnya pada MTQ Nasional 2003, ketika provinsi ini terakhir kali menduduki peringkat yang sama.
Gelar juara umum diraih Kalimantan Timur yang mengumpulkan 288 poin. Tuan rumah Jawa Tengah menyusul di urutan kedua dengan 208 poin, sementara DKI Jakarta berada di posisi ketiga dengan 129 poin.
Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, menyerahkan bonus tersebut secara spontan. Menurutnya, hadiah itu merupakan penghargaan atas kerja keras peserta, pelatih, pembina, hingga official selama berlaga di Semarang.
“Kita bangga. Alhamdulillah, perjuangan anak-anak membuahkan hasil dan membawa nama baik Aceh. Ini menjadi motivasi untuk pembinaan ke depan,” kata Dek Fadh di sela penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam.
Upacara penutupan ajang tilawah tingkat nasional itu dipimpin Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.
Hasil Kerja Bersama
Dek Fadh menilai peringkat empat besar tersebut lahir dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan dan persiapan kafilah. Namun, ia mengingatkan capaian ini belum menjadi garis akhir.
“Ini bukan akhir. Kita harus terus melakukan pembinaan dan memberikan dukungan kepada anak-anak kita agar prestasi seperti ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia memastikan Pemerintah Aceh tetap menaruh perhatian pada pembinaan generasi Qur’ani. Dek Fadh menekankan, prestasi di level nasional perlu ditopang pembinaan yang berkesinambungan agar tidak berhenti sebagai capaian sesaat.
Sambangi Pemondokan Kafilah
Sebelum bergeser ke lokasi penutupan, Dek Fadh lebih dulu mengunjungi pemondokan Kafilah Aceh di Ibis Styles Simpang Lima Semarang. Di sana, ia menemui para peserta, pelatih, official, dan pembina untuk menyampaikan dukungan serta suntikan semangat.
“Terima kasih kepada seluruh peserta, pelatih, pembina dan official. Mereka telah bekerja keras membawa nama Aceh. Pemerintah Aceh akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi Qur’ani,” tuturnya.

Penutupan MTQ Nasional XXXI turut disaksikan Bupati Aceh Besar Syeh Muharram dan Bupati Bireuen Mukhlis. Sejumlah pejabat Pemerintah Aceh serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota juga tampak hadir.
Tantangan Berikutnya
Raihan peringkat keempat ini menandai kembalinya Aceh ke jajaran empat besar MTQ Nasional setelah menunggu lebih dari dua dekade.
Pekerjaan rumah selanjutnya adalah menjaga posisi tersebut sekaligus memperkuat pola pembinaan, sehingga Kafilah Aceh mampu terus bersaing dengan provinsi-provinsi papan atas pada gelaran MTQ Nasional berikutnya. (fau)
Redaksi : acehnarasi.com






