BANDA ACEH, acehnarasi.com – Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II Tahun 2026 mempertemukan ulama dan delegasi dari 13 negara di Banda Aceh pada 9–11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi forum pertukaran pemikiran keagamaan dengan mengangkat tema Mengangkat Ajaran Sufi untuk Persatuan dan Perdamaian Umat.
Delegasi yang hadir berasal dari Indonesia, Turki, Maroko, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Arab Saudi, Kamboja, Mesir, Palestina, Filipina, dan Suriah. Pertemuan lintas negara tersebut turut diikuti ulama, pimpinan dayah, cendekiawan Muslim, serta jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembukaan muzakarah berlangsung pada Jumat malam (9/10/2026) di kawasan Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Rangkaian acara meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, khutbah iftitah, peluncuran buku, serta zikir dan doa bersama. Laporan media di lokasi memperkirakan sekitar 10.000 orang menghadiri pembukaan tersebut.
Selain kegiatan pembukaan, rangkaian muzakarah juga berlangsung di Balai Meuseuraya Aceh. Forum ini menjadi bagian dari upaya Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) untuk memperkenalkan kembali tradisi tasawuf Aceh dan memperluas dialog keagamaan di tingkat internasional.
Aceh memiliki sejarah panjang dalam perkembangan tasawuf, terutama pada masa Kesultanan Aceh. Sejumlah ulama yang berperan dalam perkembangan pemikiran tersebut antara lain Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, dan Syekh Abdurrauf as-Singkili.
Film Inong Balee: Pasukan 1000 Janda, Mengangkat Keberanian Laksamana Malahayati ke Layar LebarMelalui pertemuan ini, khazanah tasawuf Aceh kembali diperkenalkan dalam forum internasional. Pembahasan mengenai tauhid, tasawuf, pembinaan akhlak, serta persatuan umat menjadi bagian dari pesan keagamaan yang mengemuka dalam pelaksanaan muzakarah. (fns)
Redaksi : acehnarasi.com







