JAKARTA, acehnarasi.com – Ulama kharismatik Aceh, Tgk H Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu Samalanga, ditetapkan sebagai Mustasyar (dewan penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Penetapan itu diumumkan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) malam.
Nama Waled Nu berada di urutan kelima jajaran Mustasyar, sejajar dengan sejumlah tokoh nasional seperti KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Prof KH Ma’ruf Amin, H M Jusuf Kalla, dan KH M Anwar Manshur.
Susunan pengurus tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Strukturnya meliputi Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A’wan, serta Pengurus Harian Tanfidziyah, dengan total 210 orang.
Pengumuman dihadiri empat pucuk pimpinan PBNU, yakni Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dan Sekretaris Jenderal Gudfan Arif.
Sebelumnya Masuk Tim AHWA Muktamar
Masuknya Waled Nu ke jajaran Mustasyar menyusul perannya pada Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Dalam forum itu, ia terpilih sebagai salah satu anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA), tim ulama sepuh yang berwenang menentukan pucuk pimpinan NU.
Waled Nu tercatat mengantongi 477 suara atau 10,14 persen dalam pemilihan sembilan kiai anggota AHWA tersebut. Namanya pun menjadi salah satu yang paling disorot di arena muktamar.
Melalui mekanisme AHWA itu pula, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
Profil Waled Nu
Waled Nu lahir pada 1951 di Gampong Mideun Jok, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Ia merupakan putra pasangan Tgk H Yahya dan Sa’diyah.
Ia menimba ilmu agama di Ma’had Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Samalanga yang kala itu dipimpin Tgk H Abdul Aziz Shaleh, sembari bersekolah di Sekolah Rakyat 3 Samalanga.
Pada 1974, Waled Nu merantau ke Jombang untuk kuliah di Fakultas Syariah Institut Keislaman Hasyim Asy’ari, yang kini menjadi Universitas Hasyim Asy’ari.
Kini, Waled Nu memimpin Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ummul Ayman Samalanga, salah satu pesantren ternama di Bireuen. Ia juga dikenal aktif menyampaikan pesan persatuan kepada masyarakat Bireuen, termasuk saat daerah itu dilanda banjir awal 2026.
Jajaran Inti PBNU 2026–2031
Selain Waled Nu, berikut jajaran inti PBNU masa khidmah 2026–2031:
- Rais Aam: KH Miftachul Akhyar
- Wakil Rais Aam: KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Siroj, KH Ahmad Bahauddin Nur Salim
- Katib Aam: Prof KH Mohammad Nuh
- Ketua Umum: KH Kikin A. Hakim (Gus Kikin)
- Wakil Ketua Umum: H Saifullah Yusuf, KH Muhammad Faiz Syukron, Prof H Ganefri, H Muhammad Lukman Edy, KH Abdul Ghoffar Rozin, H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid, H Juri Ardiantoro
- Sekretaris Jenderal: H Gudfan Arif
- Bendahara Umum: Prof Dr Ainun Na’im
Katib Aam Prof KH Mohammad Nuh menyebut kepengurusan periode ini juga memberi tempat bagi perwakilan kelompok penyandang disabilitas. (fns)
Redaksi : acehnarasi.com








