Menag: PMII Harus Peduli Kelompok Minoritas

oleh -156 Dilihat
Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan tausiah pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di hadapan jajaran pengurus PB IKA PMII di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

JAKARTA, acehnarasi.com — Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., meminta Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menaruh perhatian pada kelompok minoritas saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W di Sekretariat PB IKA PMII, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).

Menurut Menag, pembelaan terhadap hak kelompok yang rentan dan terpinggirkan perlu menjadi salah satu isu yang digarap generasi muda Nahdlatul Ulama (NU).

“Saya ingin berharap kepada sahabat-sahabat PB PMII, ada hal-hal yang bisa kita lakukan. Mungkin adik-adik PB IKA PMIII belum bisa melakukan segala sesuatunya secara penuh (powerful), tetapi yang bisa bergerak bersama adalah kita,” kata Menag.

“Kita ingin organisasi bawahan dari Nahdlatul Ulama ini memberi perhatian penting kepada kelompok minoritas. Ini harus menjadi isu buat kita,” lanjutnya.

Prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah

Dalam kesempatan itu, Menag menekankan perlunya kebijaksanaan dalam merespons beragam persoalan di masyarakat. Salah satu prinsip dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah yang harus dijaga, ujarnya, adalah menimbang secara cermat dampak setiap gerakan dan gagasan agar tidak malah meminggirkan kelompok tertentu.

PB IA PMII RAME

Ia menyebut sikap itu dapat dicontoh dari kepemimpinan Rasulullah SAW, yang memberi penghormatan dan perlindungan kepada kelompok lain. Menag merujuk pada kehidupan masyarakat Madinah yang terdiri atas berbagai kelompok dan keyakinan.

Rasulullah SAW, lanjut Menag, menegaskan pentingnya menghargai hak dan keberadaan rumah ibadah kelompok lain. Sikap ini disebutnya sebagai bagian dari akhlak kepemimpinan Nabi dalam membangun hubungan yang rukun di tengah masyarakat majemuk.

“Karena kepemimpinan Rasulullah yang berakhlak tinggi, hubungan antarkelompok masyarakat menjadi harmonis dan dakwah Islam justru berkembang tambah luas,” tutur Menag.

Kisah Delegasi Najran

Menag turut menceritakan kedatangan delegasi Kristen Najran kepada Rasulullah SAW di Madinah. Menurut penuturannya, Rasulullah menerima rombongan itu di Masjid Nabawi dan memberi mereka ruang untuk beribadah ketika waktu ibadah tiba.

Kisah tersebut, kata Menag, membuktikan bahwa penghormatan terhadap kelompok yang berbeda telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Menurutnya, teladan itu relevan untuk terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.

Menag berharap generasi muda, termasuk kader PMII, tidak sekadar ikut menjaga kerukunan, tetapi juga peduli pada kelompok yang membutuhkan perlindungan serta memastikan kehidupan beragama tetap berjalan harmonis. (fuu)

Redaksi: acehnarasi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.