PIDIE, acehnarasi.com – Masyarakat Gampong Cempala Kuneng, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, melaksanakan tradisi Khanduri Blang pada Sabtu (12/09/2026). Kegiatan ini dihadiri masyarakat setempat, tokoh masyarakat, Keujruen Blang, serta tokoh-tokoh pemuda.
Keuchik Gampong Cempala Kuneng, Anwar, mengatakan bahwa khanduri blang merupakan tradisi warisan leluhur yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya dalam kehidupan masyarakat Aceh, khususnya bagi para petani.
“Khanduri blang merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rezeki yang diberikan. Melalui tradisi ini, kita juga memanjatkan doa agar kegiatan pertanian berjalan lancar, tanaman padi terhindar dari berbagai gangguan, serta masyarakat memperoleh hasil panen yang baik,” ujar Anwar.
Menurutnya, khanduri blang bukan sekadar kenduri, melainkan juga momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Tradisi ini mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan menjaga adat istiadat yang diwariskan para leluhur. Saya berharap generasi muda dapat terus melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Aceh,” katanya.

Tradisi Sejak Zaman Dahulu
Secara turun-temurun, khanduri blang dilaksanakan masyarakat Aceh menjelang musim tanam padi. Pada masa dahulu, tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan agraris, sebagai sarana berdoa memohon keberkahan kepada Allah SWT, mengharapkan tanaman terhindar dari hama dan bencana, serta memperkuat kerja sama antarp petani.
Putra Pidie Kolonel Teuku Mustafa Kamal Jabat Danrem 011/Lilawangsa, Yunidar ZA Sampaikan SelamatKhanduri blang juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk bermusyawarah mengenai kegiatan persawahan. Dalam hal ini, Keujruen Blang memiliki peran penting dalam membantu mengatur pengelolaan air, mengoordinasikan kegiatan pertanian, serta menjaga pelaksanaan adat yang berkaitan dengan persawahan.
Selain doa bersama, tradisi ini juga identik dengan makan bersama sebagai simbol persaudaraan, solidaritas, dan kesetaraan antarmasyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadikan khanduri blang bukan hanya ritual adat, tetapi juga sarana memperkuat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat gampong.
Pelaksanaan khanduri blang di Gampong Cempala Kuneng menjadi bagian dari upaya merawat warisan budaya Aceh sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan melestarikan adat istiadat bagi generasi mendatang. (jun)
Redaksi : acehnarasi.com






