SIGLI, acehnarasi.com – Sebanyak 33 peserta dari Kabupaten Pidie mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Provinsi Aceh yang resmi dibuka di halaman MAN 1 Banda Aceh, Senin (5/10/2026). Para peserta tersebut merupakan siswa-siswi berprestasi yang terpilih untuk mewakili Kabupaten Pidie pada kompetisi tingkat provinsi.
Salah satu madrasah yang ikut mengirimkan peserta adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Kabupaten Pidie. Dua siswa terbaik madrasah tersebut dipercaya menjadi bagian dari kontingen Pidie, setelah sebelumnya berhasil meraih prestasi pada seleksi tingkat kabupaten.
Kedua siswa tersebut yakni Nura Nuzula, peraih Juara 2 Matematika tingkat Kabupaten Pidie, dan Irniza Zubir, yang berhasil meraih Juara 1 IPA tingkat kabupaten.
Keduanya selanjutnya menjadi peserta OMI Tingkat Provinsi Aceh sebagai bagian dari perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pidie.
Pembukaan OMI Tingkat Provinsi Aceh 2026 dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi.
Kegiatan pembukaan tidak hanya dihadiri peserta yang berada di lokasi. Sejumlah Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota serta peserta dari berbagai daerah di Aceh turut mengikuti pembukaan secara daring melalui Zoom.

Kepala MTsN 6 Kabupaten Pidie, Muhammad, S.Pd.I, mengatakan keikutsertaan dua siswanya pada tingkat provinsi merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh madrasah.
Menurutnya, prestasi siswa tidak terlepas dari dukungan guru pembimbing, orang tua, siswa serta seluruh keluarga besar madrasah.
“Keberhasilan mengirim dua peserta ke tingkat provinsi ini merupakan kerja sama semua pihak dalam membimbing anak-anak didik di sekolah,” ujar Muhammad.
Ia berharap kedua siswanya dapat mengikuti seluruh rangkaian kompetisi dengan penuh semangat dan memberikan kemampuan terbaik.
“Harapan kami, mereka dapat tampil maksimal, menjaga nama baik madrasah dan Kabupaten Pidie, serta memperoleh hasil terbaik,” katanya.
33 Peserta Jadi Kekuatan Pidie
Keikutsertaan 33 peserta dari Kabupaten Pidie menjadi salah satu gambaran besarnya potensi siswa madrasah di daerah tersebut. Para peserta tidak hanya membawa nama madrasah masing-masing, tetapi juga membawa nama Kabupaten Pidie dalam persaingan dengan siswa berprestasi dari kabupaten/kota lain di Aceh.
OMI menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi pada level yang lebih tinggi.
Kompetisi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong siswa madrasah agar tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, sportivitas dan kemampuan berpikir kritis.
Bagi Nura Nuzula dan Irniza Zubir, tampil pada tingkat provinsi menjadi tantangan tersendiri. Setelah sukses meraih prestasi pada tingkat Kabupaten Pidie, keduanya kini harus berhadapan dengan siswa-siswa terbaik dari berbagai daerah di Aceh.
Namun, keikutsertaan mereka bukan sekadar soal mengejar gelar juara. Ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman dan membangun mental berkompetisi.
Pihak MTsN 6 Pidie berharap pengalaman yang diperoleh kedua siswa tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya agar terus mengembangkan potensi dan berani mengikuti berbagai kompetisi akademik.
Haji Uma Soroti RUU Migas, Jangan Sampai Kewenangan Tergerus, hingga BPMA Ibarat Macan OmpongDengan mengirim 33 peserta, Kabupaten Pidie menunjukkan bahwa pembinaan prestasi siswa terus mendapatkan perhatian. Sementara bagi MTsN 6 Pidie, kehadiran Nura Nuzula dan Irniza Zubir di tingkat provinsi menjadi bagian dari upaya madrasah untuk terus melahirkan siswa berprestasi.
Kini, perjuangan 33 peserta asal Pidie berlanjut di tingkat Provinsi Aceh. Mereka diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik daerah dalam OMI 2026. (nzr)
Redaksi : acehnarasi.com








