SEMARANG, acehnarasi.com – Regu Fahmil Qur’an Putra asal Aceh memenangi persaingan Grup C babak penyisihan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di UIN Walisongo Semarang, Rabu (16/9/2026), dan berhak bertanding di semifinal.
Laga penyisihan itu digelar di Auditorium Kampus 3 kampus tersebut. Aceh bersaing dengan tiga provinsi lain dalam satu grup, yakni Kalimantan Tengah, Banten, dan Papua Tengah.
Hasil akhir menunjukkan Aceh mencatat 1.290 poin. Angka ini terpaut 285 poin dari Kalimantan Tengah yang berada di urutan kedua dengan 1.005 poin.
Banten menempati posisi berikutnya dengan 645 poin. Papua Tengah tidak mencatatkan satu poin pun hingga babak berakhir.
Regu Aceh diperkuat Farhan Ridhallah, Chalif Aulya, dan M. Hanif Baihaqi. Ketiganya kini bersiap menghadapi lawan-lawan baru pada fase semifinal.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., mengikuti seluruh sesi pertandingan dari awal hingga akhir. Dalam ajang ini, ia juga bertindak sebagai Ketua Kafilah Aceh.
Misran didampingi Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., MH. Keduanya mengapresiasi kesungguhan para peserta dan menyatakan lega atas keberhasilan regu putra lolos dengan perolehan poin yang jauh melampaui pesaing.
“Alhamdulillah, kita tentu sangat bahagia. Anak-anak sudah tampil maksimal dan berhasil melewati babak penyisihan. Ini menjadi kebanggaan dan semangat bagi kita semua,” tutur Misran kepada wartawan setelah pertandingan usai.
Menurut dia, ada tiga hal yang membuat regu Aceh unggul. Peserta memahami materi dengan baik, saling mengisi sebagai tim, dan mampu berpikir jernih selama menjawab soal.

Walau begitu, Misran berpesan agar pencapaian di penyisihan tidak membuat peserta merasa sudah selesai berjuang. Ia menilai tantangan di babak semifinal akan lebih berat.
“Harapan kita, jangan cepat puas dengan hasil hari ini. Masih ada tahapan berikutnya yang harus dihadapi. Tetap fokus, tenang dan jaga kekompakan. Semoga perjuangan ini terus berlanjut dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Aceh,” pesannya.
Dengan lolosnya regu putra, jumlah cabang lomba Aceh yang bertahan hingga semifinal bertambah menjadi tiga. Dua cabang lainnya adalah Fahmil Qur’an Putri serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), yang lebih dahulu memastikan langkah ke tahap tersebut.
Capaian beruntun ini membuka peluang Aceh untuk bersaing di tahap akhir pada sejumlah cabang. Kafilah Aceh berharap hasil pembinaan dan persiapan selama ini dapat terus terlihat pada pertandingan-pertandingan berikutnya di Semarang. (mzh)
Redaksi : acehnarasi.com





