SEMARANG, acehnarasi.com – Regu Fahmil Qur’an Putri Aceh meraih juara 1 pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 setelah mengumpulkan 1.505 poin di babak final di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026).
Perolehan itu membuat Aceh unggul 215 poin dari Kalimantan Timur, yang menempati urutan kedua dengan 1.290 poin. Jawa Tengah berada di posisi ketiga dengan 1.170 poin, sedangkan Jawa Timur di posisi keempat dengan 835 poin.
Regu Aceh diperkuat tiga peserta, yaitu Azka Dara Maulidya, Kayyisa Farras, dan Izza Mushviya. Ketiganya merupakan santri Dayah Insan Qur’ani, Aceh Besar. Selama bertanding, tim didampingi Dr. M. Riza Nurdin, Lc., MA.
Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., MH., bersyukur atas hasil tersebut. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Aceh yang telah mendukung Kafilah Aceh di MTQ Nasional Semarang dengan berbagai cara.
“Alhamdulillah, kita berhasil meraih juara 1 cabang Fahmil Qur’an. Ini semua berkat perjuangan kita semua, terutama anak-anak kita peserta dan para pendamping yang luar biasa. Terima kasih atas doa semua masyarakat Aceh untuk kami di arena MTQ ini,” kata Marzuki kepada wartawan usai pengumuman hasil final, Jumat (18/9/2026).
Menurut Marzuki, ada tiga hal yang membuat regu Aceh unggul. Pertama, peserta memahami materi dengan baik. Kedua, mereka saling mengisi sebagai tim. Ketiga, mereka mampu berpikir jernih selama menjawab soal.
Lolos dari semifinal ketat
Sebelum juara di final, regu Aceh harus melewati semifinal yang ketat sehari sebelumnya. Tampil sebagai Regu D pada sesi kedua pagi, Aceh bersaing dengan tiga regu lain. Sumatera Barat (Regu A) mengumpulkan 1.280 poin dan Jawa Barat (Regu B) 580 poin, sementara Jawa Tengah (Regu C) dan Aceh sama-sama meraih 1.400 poin sehingga keduanya lolos ke final.

Semifinal itu tercatat sebagai capaian bersejarah bagi Aceh. Pada MTQ Nasional sebelumnya di Kalimantan Timur, regu Fahmil Qur’an Putri Aceh tidak berhasil masuk final, dan di Semarang Aceh untuk pertama kalinya memastikan tempat di partai puncak.
Penampilan ketiga peserta di semifinal disaksikan langsung Ketua Kafilah Aceh dan juga Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., MH, bersama Wali Kota Subulussalam H M. Rasyid Bancin.
Haji Uma Soroti RUU Migas, Jangan Sampai Kewenangan Tergerus, hingga BPMA Ibarat Macan OmpongDukungan dari dayah
Dukungan untuk tim juga datang dari Aceh Besar. Santri Dayah Insan Qurani menggelar nonton bareng babak semifinal lewat layar tancap di lingkungan dayah pada Kamis (17/9/2026) untuk mendukung tiga senior mereka
Menurut Dayah Insan Qurani, ada delapan santri dan alumni dayah tersebut yang menjadi bagian dari Kafilah Aceh pada MTQ Nasional XXXI, dan satu alumni lainnya mewakili DKI Jakarta
Fahmil Qur’an adalah cabang MTQ yang dilombakan dalam bentuk beregu. Peserta diuji pemahamannya tentang isi, makna, dan kandungan Al-Qur’an melalui soal cerdas cermat yang harus dijawab cepat dan tepat.

Kafilah Aceh di MTQ Nasional XXXI
Kafilah Aceh membawa 56 peserta ke MTQ Nasional XXXI. Mereka bertanding di cabang tilawah, tartil dan qira’at, tahfiz Al-Qur’an, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, khat Al-Qur’an, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Pada hari final, Aceh menempatkan 10 wakil di babak puncak. Selain Fahmil Qur’an Putri, Aceh tampil di final Kaligrafi Digital, Syarhil Qur’an Putra, Tilawah Anak Putra, Murattal Remaja Putra, dan Tilawah Remaja Putra.
MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, membuka ajang ini di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam. Menurut Ketua Umum LPTQ Nasional, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, MTQ Nasional XXXI melibatkan 155 dewan hakim dan digelar di 12 venue di Kota Semarang. (fns)
Redaksi : acehnarasi.com






