SIGLI, acehnarasi.com – Warga Gampong Kruet Teumpeun, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, menyantuni tujuh anak yatim dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Gampong Kruet Teumpeun, Minggu (04/10/2026).
Setiap anak menerima beras 15 kilogram, tiga lembar sarung, parsel, serta amplop berisi uang tunai Rp1.500.000. Total santunan tunai yang disalurkan mencapai Rp10,5 juta, atau Rp 20 juta mencakup non tunai.
Seluruh bantuan berasal dari sumbangan masyarakat gampong setempat. Santunan ini rutin digelar dua kali setahun, yakni saat peringatan Maulid Nabi dan pada malam 27 Ramadan.
Jumlah anak yatim penerima tahun ini berkurang dibanding tahun lalu. Pada 2025, santunan diberikan kepada 13 anak yatim, sedangkan tahun ini tercatat hanya ada tujuh anak.
Acara diawali dengan pembacaan shalawat dan zikir oleh santri Daruss’adah Teupin Raya, kemudian dilanjutkan dengan santunan anak yatim, tausiah dan kenduri maulid. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Glumpang Tiga, Furqan, SE., bersama sejulmlah tokoh masyarakat, dan warga gampong Kruet Teumpeun.
Keuchik Kruet Teumpeun, Muhammad Rifki, S.Pd., menyebut kehadiran anak yatim di tengah masyarakat sebagai kesempatan bagi warga untuk beramal. Menurutnya, santunan ini menjadi wadah bagi warga gampong menyalurkan kepedulian secara bersama-sama.

Dalam kesempatan itu, Rifki juga mengingatkan anak-anak dan generasi muda gampong untuk menjauhi narkoba dan hal-hal yang melanggar hukum.
Kegiatan santunan anak yatim sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah bersabda bahwa beliau dan orang yang menanggung anak yatim kelak berada di surga berdekatan seperti ini, sambil merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Tausiah Maulid disampaikan Tgk M. Jafar Yahya, tokoh masyarakat setempat. Ia mengajak jamaah meneladani kemuliaan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Tgk M. Jafar Yahya memaparkan empat teladan akhlak Nabi. Pertama, Rasulullah menghormati setiap manusia, baik muslim maupun nonmuslim.
Kedua, Rasulullah menghormati sesama dan menjadi juru damai di tengah perselisihan. Ketiga, Rasulullah dikenal sebagai sosok pemaaf dan mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan.
Sikap pemaaf itu terlihat saat peristiwa Fathu Makkah. Rasulullah memaafkan penduduk Makkah yang sebelumnya memusuhi dan mengusir beliau.
Keempat, Rasulullah mengajarkan kazhmul ghaizh atau menahan amarah. Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 134 memuji orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain sebagai bagian dari orang bertakwa.
Sejumlah hadis menegaskan keutamaan menahan amarah. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda bahwa orang yang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, melainkan yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.
Dalam riwayat Bukhari lainnya, seorang sahabat meminta nasihat kepada Rasulullah. Nabi menjawab singkat, “Jangan marah,” dan mengulanginya beberapa kali.
Di akhir tausiahnya, Tgk M. Jafar Yahya mengajak jamaah mengikuti akhlak-akhlak Rasulullah SAW.
Tradisi Maulid di Aceh biasanya berlangsung selama tiga bulan, mulai Rabiul Awal hingga Jumadil Awal. Masyarakat gampong umumnya menggelar kenduri, zikir, dan ceramah agama, serta menjadikannya momentum berbagi dengan anak yatim dan kaum duafa. (fuu)
Redaksi : acehnarasi.com









